Materi yang diberikan meliputi pengenalan Identitas Kependudukan Digital (IKD), manfaat penggunaan IKD dalam pelayanan administrasi kependudukan, prosedur registrasi akun, proses verifikasi wajah (face recognition), aktivasi akun, hingga tata cara pemulihan akun bagi masyarakat yang mengalami kendala saat mengakses aplikasi IKD. Seluruh materi disampaikan berdasarkan panduan penggunaan IKD yang disusun oleh Mahasiswa KKN Kelompok 5 FIKOM Universitas Pancasila.
Menurut Kepala Desa Pasir Gaok, Abdul Rahman, S.E, mengapresiasi pelaksanaan program sosialisasi yang dinilai mampu membantu masyarakat memahami layanan administrasi kependudukan berbasis digital.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila yang telah menghadirkan program sosialisasi IKD di Desa Pasir Gaok. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan pemahaman warga terhadap layanan administrasi kependudukan berbasis digital,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasi Pemerintahan Desa Pasir Gaok, Sriansih, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan berbagai layanan publik yang kini telah terdigitalisasi.
“Di era digital seperti sekarang ini, kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi. Pelayanan publik pun sudah mulai beralih ke sistem digital. Karena itu, masyarakat perlu memahami dan memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan dengan lebih mudah dan efisien,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok 5 KKN FIKOM Universitas Pancasila, Salma Ariani Rustandi, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi mahasiswa terhadap masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Identitas Kependudukan Digital serta pentingnya edukasi mengenai pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.








