Menurutnya, untuk membangun dan merawat Kota Bogor dibutuhkan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Ia menekankan pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan literasi, keagamaan, sosial, dan berbagai sektor lainnya.
“Jadi unsur pembangunan masa depan tidak hanya fisik infrastruktur tetapi manusia dan unsur lainnya. Dan ini mengingatkan kita akan motto Kota Bogor, Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga,” kata Dedie Rachim. (*)








