CEO Parongpong RAW Lab, Rendy Aditya Wachid mengatakan, Waste Station tersebut dibangun menggunakan material oriplast yang berasal dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengenal tiga jenis sampah, yaitu sampah daur ulang, sampah kompos, dan sampah yang dianggap tidak dapat dimanfaatkan. Melalui Waste Station berbahan oriplast di kantor Wali Kota Bogor ini, masyarakat dapat melihat bahwa sampah dapat diolah menjadi material baru.
“Waste Station ini menjadi contoh bahwa sampah yang tadinya tidak bisa diapakan ternyata bisa diolah menjadi material baru dengan kekuatan 15 ton per meter persegi. Fungsinya sama seperti kayu, namun tidak ada satu batang bahkan satu ranting pun kayu yang ditebang untuk membuat material ini,” ungkap Rendy.
Ia menjelaskan, produksi material tersebut dilakukan 100 persen di Indonesia dan pengolahannya tidak melalui proses pembakaran.
“Melalui ini kita mengedukasi bahwa tidak ada yang namanya sampah, yang ada hanyalah material yang belum direvitalisasi. Kita juga ingin memperlihatkan bahwa kita memiliki produk yang bagus dan kuat tanpa harus mengorbankan kebutuhan generasi masa depan,” ujarnya.
Masyarakat dapat mengakses layanan ini dengan membawa sampah yang akan dikonversi menjadi uang atau saldo. Saldo tersebut dapat masuk langsung ke dompet digital maupun rekening bank melalui aplikasi Rekosistem. (*)








