Guna menjaga kelestarian dokumen bernilai sejarah tinggi tersebut, penyimpanan arsip dilakukan dengan standardisasi khusus. Pengaturan suhu ruangan dijaga secara konstan dan tindakan fumigasi dilaksanakan secara berkala untuk mencegah kerusakan fisik dokumen.
Saat ini, Diarpus juga tengah mengakselerasi digitalisasi sistem surat-menyurat di seluruh Perangkat Daerah (PD) Kota Bogor serta menyediakan Depo Arsip dengan kapasitas menampung hingga 100 ribu dokumen.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik, Diarpus Kota Bogor membuka akses pemanfaatan fasilitas gedung perpustakaan bagi masyarakat, komunitas, hingga insan pers. Gedung auditorium berkapasitas sekitar 80 hingga 100 tempat duduk tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan formal maupun informal tanpa dipungut biaya.
”Kami terbuka, silakan gedung ini dimanfaatkan. Selama jadwal tidak bentrok, bisa digunakan untuk diskusi, pertemuan mitra kerja, maupun kegiatan komunitas,” kata Taufik.
Melalui kemitraan yang strategis bersama PWI Kota Bogor dan insan pers, Diarpus Kota Bogor optimistis indeks literasi masyarakat akan terus meningkat, sekaligus mendorong keterbukaan informasi publik terkait sejarah serta tata kelola kearsipan di Kota Bogor. (*)








