Dalam sesi motivasi tersebut, Adityawarman juga mengingatkan mahasiswa mengenai peran penting pemuda dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ia menyebut mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan.
”Para mahasiswa, para pemuda, memiliki fungsi utama sebagai agent of change, generasi perubahan,” katanya.
Adityawarman juga menyampaikan sebuah kata-kata hikmah yang menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan.
Ia menjelaskan, bahwa siapa pun yang menginginkan kehidupan dunia maupun akhirat hendaknya menuntut ilmu.
”Barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah dia menuntut ilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, hendaklah dia menuntut ilmu. Barang siapa yang menginginkan keduanya, hendaklah menuntut ilmu,” tuturnya.
Karena itu, ia meminta mahasiswa baru UIKA Bogor untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh.
”Jadi kita hadir di sini, berpanas-panasan, bergerak, untuk apa? Untuk menuntut ilmu,” ujarnya.
Adityawarman menilai pengalaman mengikuti kegiatan taaruf di perguruan tinggi merupakan momentum yang akan dikenang mahasiswa hingga mereka memasuki dunia kerja, berkeluarga, dan berkarya di tengah masyarakat.
Ia kemudian mengutip pandangan salah satu tokoh besar di Timur Tengah mengenai peran pemuda dalam perubahan bangsa.
”Pemuda adalah pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dan dalam setiap pemikiran, pemuda adalah pengibar panji-panjinya,” katanya. (*)








