“Ya, terutama dengan mengerahkan alat-alat berat, ditambah dengan penyemprotan. Sejauh ini hampir semua unsur sudah dilibatkan dan alhamdulillah bantuannya membuahkan hasil. Hanya belum bisa mencapai 100 persen pemadaman api,” ucapnya.
Wali Kota Bogor bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin; Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Agung; Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Teo; serta Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko bertemu langsung dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
Pertemuan tersebut memastikan proses pemadaman dilakukan secara intensif melalui penyemprotan yang dibantu alat berat untuk membongkar titik api yang berada di bawah tumpukan sampah.
Sebab, di beberapa titik, asap yang muncul ketika dibuka menggunakan alat berat menunjukkan bahwa api yang terlihat di permukaan telah padam, tetapi masih menyimpan bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Jadi kita menduga itu belum padam. Memang ada yang belum terjangkau karena kesulitan akses. Dan memang harus secara bertahap dibuka, kemudian disiram, dibuka, disiram. Cuma memang memakan waktu. Perkembangan atau percepatan membesarnya api ini juga bergantung pada cuaca. Kalau angin besar, bisa bertambah,” ujar Dedie Rachim.
Dilihat dari karakter sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, kondisi tersebut membuat teksturnya seperti briket dan keras, sehingga memiliki kandungan kalori yang menyebabkan potensi untuk terbakar.








