“Sampai saat ini kami juga melakukan tracer study untuk mengetahui ke mana mereka selama ini. Dilakukan setiap tahun, ternyata dari lulusan kami, selain mereka bekerja, sebelum mendapatkan ijazah pun sudah diminta untuk bekerja,” jelas Ade.
Karena itu, ia meminta para siswa tidak cepat puas hanya bekerja sebagai asisten tenaga kesehatan. Minimal mereka dapat melanjutkan pendidikan agar bisa menjadi tenaga kesehatan profesional.
“Lulusan kami hampir 70 persen diterima di perguruan tinggi dan politeknik negeri di berbagai daerah. Bahkan seperti IPB dan ITB. Sehingga ini menjadi salah satu upaya memfasilitasi lulusan SMK Bina Husada Bogor agar ketika lulus bisa menjadi tenaga kesehatan yang sesungguhnya,” pungkas Ade. (*)








