Ia menjelaskan, api sempat terpadamkan saat bantuan water bombing dari Lanud Atang Sendjaja (ATS). Namun, karena cuaca angin kencang, api kembali menyala.
Dengan begitu, petugas pemadaman membuat kanal dan lereng buatan untuk mencegah api tidak melebar ke titik yang lain. Sebab sejak awal, sumber api bukan dari lahan sampah, melainkan dari semak di pinggiran TPAS.
Petugas juga mengarahkan alat berat untuk mengaduk tumpukan sampah basah dan kering guna memudahkan proses pemadaman.








