Walikota Bogor Dorong Pelaku UMKM Untuk Memanfaatkan Perkembangan Teknologi AI

Bogor

“Setiap bulan saya menandatangani pensiun sekitar 20 guru SD dan SMP. Kalau dihitung setahun, ada sekitar 240 guru yang pensiun. Sementara penggantinya jauh lebih sedikit,” jelas Dedie Rachim.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkot Bogor melakukan berbagai terobosan, termasuk penataan satuan pendidikan melalui merger sekolah serta menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan guru pendamping.

“Kami mencoba bekerja sama dengan perguruan tinggi agar mahasiswa semester empat dapat menjadi guru pendamping. Mereka bisa mendapatkan kompensasi berupa satuan kredit semester (SKS) atas pengalaman mengajar yang dilakukan,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan dasar, Dedie Rachim juga mendorong perguruan tinggi dan sekolah menengah untuk menyiapkan generasi yang memiliki keahlian di bidang teknologi. Sebab, menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu melahirkan inovator yang menciptakan teknologi.

Baca Juga  Iwan Setiawan luncurkan Persikabo 1970 U-20 Di Stadion Pakansari

Dedie Rachim meyakini bahwa, perubahan teknologi akan berdampak pada berbagai profesi. Karena itu, dunia pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum dan membangun kolaborasi dengan dunia industri.

Pos terkait