Dedie Rachim berharap melalui kompetisi ini terdapat peluang yang dapat dilanjutkan sebagai creative financing atau alternatif pembiayaan di luar APBD.
“Jadi kami berharap dari alternatif pembiayaan atau creative financing, termasuk juga dari model seleksi atau kompetisi yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Jawa Barat, mudah-mudahan Kota Bogor mendapatkan kesempatan untuk memodelkan proyek ini,” ujarnya.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat, Heni Rahmawati menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan seleksi secara intensif bersama Bank Indonesia hingga menentukan 12 besar proyek terbaik.
“Sehingga site visit ini mempunyai arti yang sangat penting untuk kami melihat kesiapan secara lahan, kemudian dari sisi lainnya juga yang memang mungkin bisa lebih mendukung penilaian untuk tahap selanjutnya. Dan ini juga menjadi tahapan bagi kami bersama para investor potensial,” ungkapnya.
Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan Letter of Intent sebagai bentuk komitmen awal dan kesepahaman bersama dalam mendukung pengembangan proyek yang menjadi bagian dari West Java Investment Challenge Tahun 2026.
Penandatanganan Letter of Intent dilakukan oleh RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia, dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat. (*)








