Ia juga meminta para pengelola memastikan kualitas air tetap sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
“Nah, di dalam kesempatan ini juga saya mengimbau para pengusaha air minum isi ulang, lebih baik memanfaatkan sumber air bakunya itu dari PDAM saja. Karena lebih terjamin ya melalui proses yang panjang, melalui filterisasi yang jelas, kemudian juga dengan quality control yang jelas, maka tentu untuk masyarakat juga akan lebih terjamin kesehatannya,” ucap Dedie Rachim.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bai Kusnadi, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama perangkat daerah lainnya merespons baik kegiatan seminar yang bertujuan sebagai fasilitas untuk memberikan edukasi kepada pengusaha dan pengelola air minum agar memiliki kualitas sesuai standar.
“Nah, maksud standar ini satu dengan melakukan perizinan yang sudah baik dan lengkap, kemudian dari kami itu ada persyaratan untuk ada penerbitan SLHS, kemudian juga dari Dinas Perdagangan tadi sampaikan bagaimana persyaratan-persyaratan terkait dengan sertifikat standar dari Dinas Perdagangan, sehingga itu nanti semua pengelola itu betul-betul sesuai dengan yang diharapkan standarnya,” ujarnya.








