“Saya melihat ada sebuah potensi besar, di mana anak-anak bisa mulai, misalkan belajar ke beberapa perguruan tinggi, melihat berbagai inovasi, ide gagasan baru, bagaimana mengelola sumber daya alam, mengolahnya, bagaimana memproduksi hingga memasarkan dan sebagainya, bisa juga mengunjungi lembaga riset, bisa belajar dari tempat-tempat yang memang dimulai dari mengelola sumber daya alam, seperti perkebunan skala kota dan sebagainya,” ucap Dedie Rachim.
Menurutnya, proses pembelajaran secara langsung dari pelaku usaha yang telah berpengalaman maupun dari tempat yang lebih dahulu mengembangkan usaha dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan demikian, diharapkan muncul pengusaha-pengusaha baru yang mampu mendorong kemandirian ekonomi.
“Bogor itu memiliki berbagai potensi untuk kota belajar. Contoh, kebun kelapa kopyor terbesar di Indonesia itu adanya di Kota Bogor, kemudian kebun kopi skala kota ada di Rancamaya, kebun durian, dan banyak sumber daya alam lain yang ada di Kota Bogor bisa menjadi tempat belajar. Artinya, contoh untuk bicara Bogor, ya inilah potensi Bogor,” ungkap Dedie Rachim.








