“Ada cabor yang memang tidak bisa digelar di Kota Bogor karena butuh lokasi khusus,” tutur Anas.
Selain itu, kata Anas, tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat telah melakukan penilaian dan menyatakan Kota Bogor secara umum siap menjadi tuan rumah.
Ia menambahkan, Kota Bogor sebelumnya juga pernah ditunjuk sebagai chief of the meeting, serta tercatat sebagai daerah yang paling awal merampungkan penyusunan SOP keolahragaan, SOP keuangan, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Penilaian TD menjadi pegangan kami bahwa persiapan sudah di jalur yang benar,” ungkapnya.
Dari sisi pendanaan, Anas memaparkan bahwa anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal sekitar Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar, dengan kekurangan awal sekitar Rp8 miliar.
Melalui langkah efisiensi dan dukungan sponsor, kekurangan tersebut berhasil ditekan hingga tersisa Rp2,8 miliar.








