“Ruas-ruas jalan di Kota Bogor tidak boleh lagi ada kabel udara. Semua turun ke bawah. Untuk perizinan penarikan kabel juga harus ada rekomendasi jalur bawah tanah,” ujarnya.
Rudiyana menyebutkan, saat ini infrastruktur ducting untuk migrasi kabel udara ke bawah tanah telah dibangun di sejumlah lokasi. Dengan demikian, proses penurunan kabel terus dilakukan sesuai target.
“Untuk yang titik akan diturunkan infrastruktur bawah tanahnya sudah siap semua, jadi sebagian tinggal penertiban sama penarikan kabel yang ketinggalan lah, gitu. Pokoknya tahun ini clear semua, dari kabel atas sesuai perencanaan. Karena penertiban ini dilakukan bertahap dengan perencanaan target,” ungkapnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan migrasi kabel jaringan fiber optik dari udara ke bawah tanah telah dimulai sejak 2021–2022 dan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan Apjatel.
“Jadi kita sama-sama untuk masyarakat yang akan merasakan dampak dari estetika kota,” ujarnya.








