Menurutnya, rencana Bus Rapid Transit (BRT) Provinsi menjadi salah satu pembahasan penting, karena konsepnya diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi antardaerah. Rencana tersebut mencakup konektivitas wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor hingga Kota Depok, serta wilayah lain yang akan menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi publik di Jawa Barat.
“Rencana BRT ini diharapkan dapat menghubungkan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, sampai Depok, di samping wilayah lainnya. Karena itu, koordinasi antardaerah menjadi penting agar perencanaannya dapat berjalan terintegrasi,” katanya.
Pemkot Bogor, lanjut Dedie Rachim, akan terus mengikuti pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah daerah lainnya untuk memastikan berbagai program lintas wilayah dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat.
Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang terintegrasi, baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan tenaga kerja, perpajakan maupun transportasi. (*)








