“Kami kawal langsung sampai ke tenda-tenda darurat. Fokus kami adalah memastikan popok, susu anak, pembalut wanita, dan lauk-pauk kering ini segera terdistribusi hari ini juga ke tangan ibu-ibu dan anak-anak yang sangat membutuhkan,” tambah Boy.
Seperti diketahui, kebakaran besar yang menghanguskan sekitar 500 rumah pada Sabtu lalu (10/10/2026) memaksa 2.000 jiwa bertahan di posko darurat dengan fasilitas seadanya.
Boy berharap, kehadiran tiga armada bantuan dari PWI Babel ini dapat menutup kelangkaan perlengkapan tidur dan sanitasi yang menjadi keluhan utama para pengungsi selama beberapa waktu terakhir. (*)








