Ia menegaskan, seleksi calon Ketua FKDM menjadi tahapan penting untuk mendapatkan sosok pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, netralitas, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, penilaian terhadap para peserta tidak hanya didasarkan pada pengalaman dan kemampuan presentasi, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap tugas dan fungsi FKDM, ketajaman analisis, kemampuan menyusun program yang aplikatif, serta kecakapan membangun koordinasi lintas sektor.
Denny Mulyadi mengapresiasi keterlibatan tim penguji dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan perspektif akademis, intelijen, dan pemerintahan dalam proses seleksi.
Ia berharap proses penilaian dilaksanakan secara objektif berdasarkan kompetensi peserta, tanpa dipengaruhi kedekatan, senioritas, maupun pertimbangan subjektif lainnya.








