“Tema ini mengingatkan kita bahwa masa depan Indonesia dimulai dari rumah. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, keluarga semakin mandiri, dan orang tua punya kemampuan untuk mendampingi anak-anak menghadapi tantangan zaman. Nah, di sinilah PKK punya peran penting karena kita hadir langsung di tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa 10 Program Pokok PKK tidak boleh hanya menjadi daftar kegiatan tahunan. Setiap program harus dipastikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketika kita berbicara tentang kesehatan, ada keluarga yang semakin memahami pentingnya gizi dan pola hidup sehat. Ketika kita berbicara tentang pendidikan, ada anak yang semakin mendapat perhatian. Dan ketika kita berbicara tentang ekonomi keluarga, ada usaha kecil yang tumbuh dan membantu menambah penghasilan keluarga. Hal-hal seperti inilah yang perlu terus kita dorong,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa kekuatan PKK tidak hanya terletak pada banyaknya kegiatan atau besarnya organisasi.
“Kekuatan PKK justru ada pada ibu-ibu yang mengenal masyarakatnya secara langsung. Ibu-ibu biasanya tahu keluarga mana yang sedang kesulitan, anak mana yang perlu perhatian lebih, atau perempuan mana yang sebenarnya punya potensi tetapi masih membutuhkan dukungan untuk berkembang,” ucapnya.
Menurutnya, kedekatan tersebut sangat berharga. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap PKK dengan terus hadir, mendengarkan, dan membantu.
“Bagi kita, PKK bukan sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh keluarga. Ke depan, saya juga berharap PKK semakin terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, termasuk dari generasi muda. Kita perlu memberi ruang bagi anak-anak muda untuk terlibat, menyampaikan pendapat, dan ikut mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri, para pengurus dan anggota TP PKK Kota Bogor, serta tamu undangan dari sejumlah daerah di Jawa Barat, yakni Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Bogor. Hadir pula jajaran Forkopimda Kota Bogor, organisasi wanita, organisasi profesi, instansi, lembaga, serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. (*)








