Ia mengaku sangat bersemangat mendapat kesempatan menjadi kepala sekolah di lingkungan Sekolah Rakyat yang merupakan program berskala nasional. Namun, ke depan, ia juga berharap dapat turut memajukan pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Bogor yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di kawasan Rancamaya.
“Saat ini saya di sini. Nah, nanti berarti penugasannya dari Pak Wali adalah selama beberapa waktu saya ditugaskan menjadi kepala sekolah rakyat di Kementerian Sosial, dipinjamkan lah gitu,” ujarnya.
SR 3 saat ini menampung 100 pelajar tingkat SMP dan SMA. Sekolah Rakyat rintisan ini, lanjut Nurma, difasilitasi oleh berbagai kementerian. Sementara itu, pemerintah daerah turut membantu proses penjangkauan calon siswa.
Standar penyelenggaraan dan kurikulum sekolah telah ditentukan oleh kementerian. Setiap anak dibiasakan bangun pukul 03.30 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, beribadah, senam, sarapan, hingga mengikuti pembelajaran di sekolah.
“Jadi untuk pelaksanaan kita semua seragam. Kalau untuk Sekolah Rakyat, kita diseragamkan, karena memang harus mengikuti SOP yang sudah ditentukan oleh Kementerian Sosial. Jadi biar tidak ada yang kurang dari standar. Semuanya sama,” jelasnya.








