Dibalik itu, seluruh daerah termasuk Kota Bogor juga didorong untuk terus mengembangkan SPBE oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian PAN-RB.
Kata Syarifah, memang skoring untuk pelaksanaan sistem elektronik di Kota Bogor berada diatas rata – rata nasional. Namun hal itu jangan sampai menjadikan Kota Bogor lupa diri. Masih ada perangkat maupun aturan – aturan yang masih harus diperbaiki.
“Diskominfo adalah dinas yang memang menangani semua kegiatan SPBE. Termasuk juga penyimpanan server, harus di satu perangkat daerah,” tambahnya.
Baru – baru ini, Diskominfo Kota Bogor juga sudah menyelesaikan proses input SPBE melalui aplikasi untuk kebutuhan penilaian internal. Hasilnya, Kota Bogor meraih skor 2,97. Artinya diatas nilai standar nasional yakni di angka 2,26.
“Ini tentunya berkat dukungan di perangkat daerah. Memang meskipun saat ini masih banyak yang manual. Seperti tanda tangan elektronik yang kita baru di beberapa perangkat daerah saja,” tambah Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat.
Forum Smart City dalam rangka Sosialisasi SPBE dilangsungkan secara hybrid. Juga dihadiri oleh beberapa perangkat daerah seperti Bappeda, Disdukcapil, dan BKPSDM serta utusan dari Kementerian PAN-RB.








