Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi.
Kelima, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antardaerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting.
Joko Widodo juga memaparkan, pada tahun depan anggaran belanja yang disiapkan senilai Rp 2.708,7 Triliun. Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.938,3 Triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 770,4 Triliun.








