Semua dipaksa membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini, seperti memakai masker, menjaga jarak, bekerja dari rumah, belajar atau pertemuan rapat secara daring dan tidak membuat keramaian serta yang lainnya.
Adanya pandemi Covid-19, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan. Pandemi telah mengajarkan bahwa kesehatan adalah agenda bersama dan penyakit adalah masalah bersama.
“Karakter untuk berubah, berani untuk mengubah dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru merupakan pondasi untuk membangun Indonesia maju,” tegas Joko Widodo.
Selama 1,5 tahun diterpa pandemi, Joko Widodo menyebutkan, telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan serta penguatan kelembagaan nasional.
Pandemi kata presiden, harus ditangani secara cepat dan terkonsolidasi dengan merujuk pada data, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain, kesadaran, partisipasi dan kegotongroyongan masyarakat menguat secara luar biasa, menguatkan institusi di masyarakat sehingga semakin memperkuat modal sosial.
Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi dan terasa membudaya. Ini menjadi modal besar menuju masyarakat yang lebih sehat dan dalam pengembangan SDM yang lebih berkualitas. Kerja sama antar lembaga serta kepemimpinan yang responsif dan konsolidatif menjadi kunci dalam menangani pandemi.
“Saya yakin kapasitas respon kita dalam menghadapi ketidakpastian dalam bidang kesehatan serta bidang lain, juga semakin baik dan semakin kokoh,” jelasnya.
Disamping itu, penyediaan layanan kesehatan mengalami peningkatan yang menggembirakan dan yang sangat mengharukan sekaligus membanggakan adalah kerja keras dan kerja penuh pengabdian para tenaga kesehatan.
Namun kemandirian industri obat, vaksin dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus segera dipecahkan. Pandemi telah mempercepat industri farmasi di dalam negeri, termasuk vaksin merah putih dan juga oksigen untuk kesehatan.








