MTQ Ke 40 Tingkat Kota Bogor Secara Resmi Dibuka Walikota Bogor Bima Arya

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan survei bersama IPB University yang hasilnya valid dan membuat semua harus bermuhasabah. Pasalnya, data menunjukkan sebagian besar yang depresi merupakan anak-anak muda. Mahasiswa depresi selama Pandemi Covid-19 dan ibu-ibu yang paling banyak mengalami hipertensi.

“Forkopimda juga bisa stres, bisa depresi dan bisa tekanan mental, tapi kita ikhtiar, harus bermuhasabah, sejauh mana kita ingat QS. Taha Ayat 123, ‘Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka’,” katanya.

“Al-Qur’an mengajarkan kita tentang wabah ini ada di surat Al-Baqarah, Al Falaq, banyak sekali referensi di Al-Qur’an. Saya yakin kondisi Covid-19 yang saat ini sudah sangat membaik selain ikhtiar Forkopimda juga berkat doa para ulama, anak-anak muda yang sholeh, sholehah, islami dan Qurani,” tegas Bima Arya.

Baca Juga  DPRD Mulai Bedah Nota Keuangan RAPBD 2024

Bima Arya mengisahkan Sahabat Rasulullah, Khalifah ketiga Utsman bin Affan mengatakan, apabila hati bersih maka sesungguhnya manusia tidak akan pernah kenyang dari membaca Al-Qur’an. Ia berpandangan, jika membaca saja jarang, berarti hati belum bersih, harus dijadikan muhasabah sejauh mana semua sudah menjalani siklus menjadi muslim sejati, membaca, mengamalkan memahami, mengajarkan dan dakwah Al-Qur’an.

“Di satu sisi saya bangga dengan banyak capaian dan pembinaan yang tentu bukan hanya ikhtiar dari Pemkot Bogor, ada kompetisi yang baik yakni berlomba-lomba dalam hal kebaikan, bukan sekedar piala tapi semata-mata ibadah dan dalam rangka mencetak generasi islami dan Qurani,” imbuhnya.

Pos terkait