Untuk sementara, perbaikan atap dua ruang kelas SDN Otista akan menggunakan anggaran dari biaya tidak terduga (BTT). Setelahnya akan dianggarkan melalui APBD untuk perbaikan di 2022.
Kepala Disdik Kota Bogor Hanafi, mengaku sudah mendapatkan laporan dari Kepala Sekolah bahwa ruang kelas tersebut tidak layak digunakan.
Maka dari itu, sambil menunggu perbaikan yang rencana akan dijalankan pada 2022, ia meminta agar kelas-kelas tersebut tidak digunakan terlebih dahulu dan dikosongkan.
“Di 2021 dari kepsek. Temen kita di bidang Sapras sudah keliling semua, sudah ada komunikasi. Ada yang secara lisan menyampaikan, ada yang tertulis. Kita juga menyampaikan ini untuk dikosongkan dulu karena kondisinya tidak memungkinkan. Dan kebetulan memang sedang kosong, tidak ada PTM, tapi yang namanya bencana tidak bisa dihindarkan,” jelasnya.
Mantan Kepala Bappeda Kota Bogor ini juga mengaku sudah menginventarisir sekolah yang rusak dan diketahui ada tujuh sekolah yang dilaporkan memiliki kerusakan yang perlu segera ditangani.
“Variasi. Kita nggak bisa disampaikan, ada tingkat kerusakannya dikit, tapi bisa merembet ke kelas lain. Secara teknis. Kalau kerusakan kita harus menyampaikan secara teknis. Tapi intinya hampir cukup banyak sekolah yang kerusakan ringannya cukup banyak,” pungkasnya. (*)








