Sekda Kota Bogor Syarifah Hadiri Dialog Indonesia – Korea IK-CEPA, Dorong Pengembangan UMKM

Dia memaparkan, penerapan kerja sama dapat dioptimalkan secara positif dalam pembinaan UMKM yang berorientasi pasar. Salah satunya adalah teknologi informasi yang dirakit secara komprehensif dan berbasis jaringan informasi pasar serta mudah diakses oleh para pelaku UMKM dan pengiriman elektronik Surat Keterangan Asal (SKA) yang dapat menawarkan peningkatan dalam transparansi, mengurangi biaya, serta menghemat waktu dalam proses administrasi bea cukai, eksportir, importir, bank dan pemangku kepentingan lainnya.

IK-CEPA sebagai salah satu wujud komitmen kedua negara untuk saling mempererat hubungan ekonomi di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan dalam beberapa tahun terakhir sebelum akhirnya dihadapkan pada situasi Covid-19. Dalam konteks ini, diharapkan IK-CEPA dapat membantu pemulihan ekonomi kedua negara secara lebih cepat.

Baca Juga  Tinjau Smelter Baru PT Timah, Presiden: Bukti Keseriusan Kita dalam Hilirisasi

Di Kota Bogor, Syarifah menyebut, terdapat produsen eksportir perusahaan besar sebanyak 18 perusahaan, 31 komoditi, sedangkan UMKM eksportir, sebanyak 28 UMKM, 16 komoditi. Nilai ekspor sebesar US$70.927.921,51 dengan negara tujuan Amerika, Afrika, Asia dan Eropa.

Potensi UMKM Kota Bogor yang mempunyai peluang untuk dikerjasamakan seperti home decor, produk daur ulang kertas, keramik, produk daur-ulang kertas, kerajinan bambu, Macrame sarung bantal dan gantungan pot, edukasi mainan anak, produk kulit (tas, sepatu, jaket), fashion (pakaian jadi), kain batik, tas, aksesoris, minuman, pupuk, hasil hutan /kapas, makanan, minuman, pupuk, rempah-rempah, kerajinan buku mata, kopi, kain, gula semut, madu, tempe dan tanaman hias.

Untuk memperkuat daya saing dan mengembangkan UMKM Kota Bogor, kolaborasi dan fasilitasi kerja sama dalam bidang digitalisasi, alih teknologi atau research and development, pendampingan usaha, tenaga ahli, pengembangan kewirausahaan (Start Up), business matching dan akses pasar.

Baca Juga  Yoshikuni Watanabe Hingga Ridwan Kamil Hadir di Rapat Paripurna Istimewa HJB ke-541

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin mengatakan, tak bisa dipungkiri Indonesia dan Korea Selatan memiliki kedekatan, terutama dalam pendekatan budaya yang dinilai merupakan modal kuat untuk menjalin hubungan yang lebih dalam bagi masyarakat kedua negara.

Mahyudin menuturkan, budaya dapat menjadi salah satu sarana komunikasi efektif yang bisa berdampak pada peningkatan hubungan bisnis dan kedekatan tersebut semakin tercermin melalui Penandatanganan Perjanjian IK-CEPA yang ditandatangani pada 18 Desember tahun 2020.

Pos terkait