“Nanti kita akan coba evaluasi dulu, akan ada visitasi dari tim gabungan TNI-Polri dan dari Pemkot Bogor untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah yang mengajukan itu layak untuk melaksanakan PTM,” ungkapnya lagi.
Menambahkan, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, hal ini tentunya merupakan upaya proaktif dari Satgas Covid-19 Kota Bogor. Yakni dalam rangka menjaga agar PTM Terbatas ini tidak menjadi klaster baru.
“Kami memonitor jangan sampai nanti di sekolahnya prokes, ada SOP dan sebagainya. Begitu dia (siswa,red) pulang sekolah, berkerumun dan sebagainya, kenanya di luar. Jangan yang disalahkan PTM-nya,” kata Susatyo.
Komitmen terhadap para pelajar Kota Bogor, dilakukan agar bisa bersekolah selayaknya pelajar. Adanya pembentukan karakter, mengenal guru-guru dan sekolahnya, ada orientasi terhadap sekolah baru. Karena saat ini pula, banyak dari pelajar merupakan siswa baru.
Juga dengan antisipasi terjadinya tawuran. Sebagai sektor pengamanan di Kota Bogor, jajaran Polresta Bogor Kota akan terus mengawasi secara rutin diluar jam sekolah. Tentu bekerjasama dengan Satgas Pelajar Kota Bogor.
“Jangankan mereka tawuran, berkerumun saja, maka petugas dari Pemkot, TNI-Polri akan foto sekolah dari mana. Lalu kita tanya, maka kita akan bersurat pada sekolah tersebut, memberikan teguran sekaligus mengevaluasi pelaksanaan PTM yang dilaksanakan,” tandasnya. (*)








