“Kalau main catur ingin cepat selesai bisa menang gak? Belum tentu, catur itu hati-hati, sabar, berpikir cermat dan tidak boleh menganggap remeh orang lain,” terangnya.
Selain itu kata dia, para pecatur dilatih untuk siap berkorban. Di permainan catur ada yang berkorban untuk kemenangan, kadang-kadang kuda, menteri, ratu dikorbankan juga. Hidup pun harus siap berkorban, berkorban untuk keluarga, teman, kota, bangsa dan negara.
Satu yang tak kalah penting, kata wali kota, di catur diajarkan sikap pantang menyerah, walaupun di awal banyak pion yang mati, namun sebelum skakmat bisa terus maju dan pasti ada jalannya.
“Semuanya adik-adik Insya Allah bukan saja bisa jadi atlet yang handal, tapi ke depan bisa jadi pemenang dan juara kehidupan. Saya mendukung tidak saja mendukung kejuaraan caturnya, tapi mendukung agar semua yang suka dan hobi catur belajar dari filosofi catur agar jadi juara kehidupan,” tegas Bima Arya.








