PERKUAT SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI, BMKG-BADAN GEOLOGI KEMENTERIAN ESDM INTENSIFKAN PERTUKARAN DATA DAN INFORMASI

“Kita bisa buat SOP bersama, jadi meskipun belum terpasang alat monitoring digital real time pada gunung api laut yang dimonitor PVMBG Badan Geologi yang dapat langsung diintegrasikan secara otomatis dan real time ke Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) di BMKG, infomasi dari Pos Pengamatan Gunungapi tetap dapat masuk ke media komunikasi InaTEWS secara semi manual” ujar dia.

Dwikorita mengatakan SOP bersama ini mendesak untuk diterapkan karena belajar dari peristiwa tsunami Selat Sunda pada Desember 2018, yang tidak dapat terdeteksi akibat tidak masuknya data/informasi aktivitas kegempaan vulkanik ke InaTEWS . Selain kerja sama, Dwikorita juga mengajak Badan Geologi untuk bergabung dalam The International Consortium on Landslides. Organisasi nirlaba dan non-pemerintah ini rencananya akan menggelar pertamuan di Kyoto pada awal November 2021 yang juga akan membahas upaya kerjasama dalam Studi Tsunami Non Tektonik akibat longsor atau erupsi gunung api laut.

Baca Juga  Alihkan Budidaya Ganja, BNN RI Tanam Jagung Bersama Puluhan Petani Aceh

Kepala Pusat Seismologi, Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono mengatakan SOP Bersama BMKG dan Badan Geologi penting untuk melengkapi peringatan dini tsunami.

“Karena warning tsunami ada di BMKG, dan pengamatan gunung bawah laut ada di Badan Geologi,” ucap dia.

Pos terkait