“Dan tadi ada beberapa ide-ide bagus dari Kang Wali (Bima Arya) dan juga dari Kang Lukman Sardi yang akan kita kembangkan ke depan. Karena ekonomi kreatif ini adalah penyumbang 70 persen dari 97 persen lapangan kerja di Indonesia,” ujar Sandi.
Oleh karena itu, lanjut Sandi, Kemenparekraf akan melakukan berbagai strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi. “Apresiasi Kreasi Indonesia ini juga adalah pride of Indonesia. Ada sejumlah orientasi yang mensupport inovasi, yaitu sense of achievement, self direction, kita dorong juga bagaimana berani mengambil risiko yang berasal dari stimulus dan juga berasal dari pola kita untuk memberikan sense of security atau rasa aman,” jelasnya.
Sementara itu, BIma Arya menyatakan bahwa yang paling strategis itu adalah melakukan connecting antara potensi lokal dengan infrastruktur nasional dan program-program nasional.
“Itulah yang akan kita dorong, tidak saja di Kota Bogor, karena saya sebagai Ketua APEKSI, pemerintah kota seluruh Indonesia akan berkolaborasi dengan program pemerintah pusat, industri film, potensi destinasi wisata, UMKM dan sebagainya, dalam hal talent scouting kemudian coaching, marketing dan juga financing,” ungkap Bima Arya.








