Kendala dari dinas, kata Bima, adalah talent scouting. “Kita itu kadang agak kesulitan cari yang keren-keren. Saya selalu ingatkan kepada para kepala dinas, saya bilang jangan hanya yang itu-itu saja, kita ini banyak segmennya, macam-macam. Datanya juga harus update. Parekraf punya data, UMKM punya data, Perindag punya data. Dan begitu digabung datanya banyak yang overlap,” terang Bima.
Lalu, lanjutnya, jika melakukan coaching, mentornya harus pas. “Kita senang mentornya sekelas Lukman Sardi dan Sandiaga Uno. Tapi kadang-kadang saya ingetin dinasi juga harus yang kompeten memberikan pelatihan, dia harus pelaku industri kreatif. Tapi kalau yang hanya sekedar memberikan motivasi juga buat apa,” katanya.
“Apresiasi Kreasi Indonesia ini keren. Semuanya ada di sini, talent scouting, coaching sampai financing,” pungkas Bima.








