Atalia mengatakan, ia terkejut dari anak-anak 7-18 tahun yang diperiksa hari ini ada anak yang sampai minusnya mencapai 11 dan plusnya mencapai 7 serta ada juga yang mengalami masalah mata lainnya. Hal yang paling mengejutkan lainnya karena anak-anak ini tidak merasa itu hal aneh atau hal yang perlu diperhatikan. Padahal penting sekali mengetahui kesehatan mata sejak dini.
“Saya kira perlu mengedukasi keluarga, tidak saja untuk kegiatan seperti ini tapi harus dari keluarga sendiri melakukan pemeriksaan mata kepada anak-anak mereka,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan tajam penglihatan dan pembagian kacamata untuk 500 penerima manfaat di Kota Bogor ini merupakan rangkaian kegiatan dari Kolaborasi dengan Lions Club Bandung Raya dan semua pihak. Sudah terselenggara di Pangandaran dan Karawang dengan kuota 1.000 kacamata. Ia berharap ke depan semoga semakin banyak anak-anak yang terbantu dan anak-anak bisa menggapai cita-citanya.
“Saya kira juga ini bisa dijadikan bahan riset bagaimana Pembelajaran Jarak Jauh ini bisa mempengaruhi kesehatan anak-anak tidak saja kesehatan mata karena terlalu lama di depan gadget dan komputer, tapi juga masalah obesitas dan kesehatan mental anak,” terangnya.








