Dedie juga meminta Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kota Bogor untuk melakukan inventarisasi alat – alat produksi milik warga. Atau bahkan, ada aset milik hotel yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh warga dalam produksi.
“Artinya harus saling menunjang. Kalau ada alat produksi yang tidak terlalu mahal atau bekas peralatan dapur di hotel bisa juga. Itu satu hal yang ke depan barangkali setelah nanti berjalan dengan baik, bisa buat koperasi. Jadi nanti kalau ada hal-hal seperti itu, bisa pakai uang koperasi,” kata Dedie.
Terpisah, Ketua UMKM Pulo Geulis, Elly memaparkan ada kurang lebih 27 jenis produk UMKM yang menjadi khas di wilayah itu. Dari sekian produk tersebut, pun memiliki harga yang bervariatif. Dari Rp 2 ribu hingga Rp 35 ribu.
Tak hanya dipasarkan di hotel, produk jajanan di Pulo Geulis juga bisa menjadi buah tangan atau oleh – oleh bagi para wisatawan yang berkunjung di Kota Bogor. Sehingga ke depan, dengan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan produk mereka ke level yang lebih tinggi lagi.








