“Bayangkan kalau kita tambah satu kali panen, katakanlah 7,4 juta hektar dikali 4 ton dikali harga gabah. Kemarin di NTB kita mulai dorong, awalnya hanya satu kali tanam sekarang sudah masuk 3 kali,” katanya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, saat ini Kota Bogor mendapatkan momentum. Lahan pertanian di Kota Bogor tidak banyak, karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong konsep urban farming.
“Di masa pandemi konsep ini justru booming. Desember 2020 dilaunching ada 190 kelompok tani dan sekarang sudah lebih dari 300 kelompok tani. Kita buat platformnya, setelah mendaftar kita kirim instruktur, benih dan segala macamnya,” kata Bima Arya.
Dalam implementasinya, sambung Bima Arya, tidak hanya diikuti para ibu namun juga banyak mahasiswa yang masuk mendaftar. Selain itu motifnya tidak hanya untuk ekonomi dan menambah penghasilan tetapi juga kesehatan.








