“Apa yang dihadapi menjadi PR bersama. Mulai dari sinergi, hilirisasi dan sosialisasinya, kita harus masuk ke cara-cara kekinian. Warga maupun anak muda bisa menemukan tidak hanya di pameran tapi juga bisa menemukan melalui media sosial dan yang lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menerangkan, Agro Inovasi Fair merupakan kegiatan rutin untuk mengakselerasikan, mendorong dan menghilirisasikan hasil-hasil Balitbangtan yang sudah di lisensi oleh mitra stakeholder. Diharapkan produk-produk yang sudah dilisensikan bisa diekspor ke beberapa negara.
Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan kerja sama lisensi antara Balai Besar Penelitian Padi dengan PT Lumbung Teknologi Pangan tentang proses dan formula susu, beras, fortifikasi, kerja sama Balai Penelitian Tanaman Serealia dengan PT Bahuma Borneo Batua tentang Jagung Hibrida varietas nakula sadewa 29 dan CH 27.








