“Saya lihat hari ini semuanya sudah jauh lebih membaik, ukurannya sederhana, dulu mayoritas DM IG atau WhatsApp dari warga urusan KTP, kalau sekarang hampir sudah tidak ada yang mengeluh soal pengurusan KTP,” sebutnya.
Bima Arya menuturkan, tugas nomor satu Disdukcapil memang di pencatatan dan pelayanan yang saat ini sudah lebih mudah dan pencatatan sudah lebih baik. Namun tetap Dukcapil juga dibutuhkan dalam hal pembenahan data-data kependudukan sebagai dasar membuat kebijakan, seperti data kemiskinan, kesehatan, UMKM dan lainnya.
“Contohnya di target vaksinasi di Kota Bogor 819 ribu orang, saat ini sudah mencapai 80 persen tapi setelah itu stuck dan disalib daerah lain dugaan saya mungkin ada persoalan di updating data,” tegasnya.
Untuk itu ia berharap Disdukcapil bisa terus berinovasi bukan saja mempercepat pelayanan, tapi juga mempermudah dan membahagiakan warga.








