Recovery dan Rebound Jadi Kekuatan Percepatan Ekonomi Bank Indonesia

Di Kota Bogor dampaknya sama seperti kota lain, IPM menurun, daya beli menurun, pertumbuhan ekonomi di akhir 2020 sempat minus, pengangguran naik karena di sektor terbuka banyak pengurangan tenaga kerja.

“Dari aspek pendapatan daerah sebetulnya dari 2015 trend PAD naik signifikan dari Rp 400 Miliar ke Rp 1 Triliun, atau hampir Rp 100 Miliar per tahun, namun begitu Pandemi Covid-19 langsung terkoreksi,” imbuhnya.

Pada proses recovery dan rebound ekonomi kata Bima Arya, tidak saja menghitung ulang tapi harus memiliki data-data seberapa besar dampak Pandemi Covid-19, siapa terdampak dan sektor apa yang harus dipulihkan. Sebab, salah satu cara yang dilakukan untuk pulih harus bisa membaca medannya seperti apa, datanya seperti apa.

Baca Juga  Tiba di GBK, Presiden Disambut Ketum PSSI

“Kami memberikan bansos untuk menyelamatkan orang-orang yang betul-betul terdampak dan tidak bisa hidup. Setelah itu kita rancang ekonomi recovery melalui kebijakan fiskal. Ada beberapa langkah yang dilakukan dalam konteks pajak, seperti pengurangan pokok pajak, kebijakan BPHTB berupa tax insentif, pemberian tenggat waktu,” katanya. (*)

Pos terkait