Vaksinasi akan ditunda jika mengalami salah satu gejala, seperti demam > 37,5°, Tekanan darah 140/90 mmHg, mendapat vaksin lain (vaksin rutin) kurang dari 2 minggu sebelumnya, pernah menderita Covid-19, dalam keluarga terdapat kontak dengan pasien Covid-19, sedang mengalami demam atau batuk pilek atau nyeri menelan atau muntah atau diare.
Kemudian, jika dalam 7 hari terakhir mendapat perawatan di RS atau menderita kedaruratan medis (sesak napas, kejang, tidak sadar, berdebar-debar, perdarahan, hipertensi, tremor hebat), menderita gangguan imunitas (hiperimun: autoimun, alergi berat dan defisiensi imun: gizi buruk, HIV berat, keganasan), sedang menjalani pengobatan imunosupresan jangka panjang (steroid lebih dari 2 minggu, sitostatika).
Dinkes Kota Bogor menyarankan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun disarankan dilaksanakan di rumah sakit jika anak memiliki riwayat alergi berat, seperti sesak napas, bengkak, urtikaria di seluruh tubuh atau gejala syok anafilaksis (tidak sadar) setelah vaksinasi sebelumnya dan penyakit hemofilia atau kelainan pembekuan darah.
Setelah anak diberikan vaksin, akan dilakukan observasi selama 15 menit. Jika dalam 15 menit tersebut terdapat keluhan, maka akan ditangani oleh tim medis yang bertugas di lokasi vaksinasi.
“Jika keluhan baru dirasakan ketika anak pulang, maka dapat melaporkan ke puskesmas atau dapat menghubungi kontak yang ada di kartu vaksin,”pungkasnya. (*)








