Buka Pertemuan Pendahuluan B20, Presiden Jokowi Harapkan Kontribusi B20 Percepat Transformasi Energi

“Setelah nikel, kita akan mendorong investasi di sektor bauksit, tembaga, dan timah,” katanya.

Kebijakan pemerintah Indonesia tentang mekanisme transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan juga akan menjamin kepastian investasi. Di Jawa dan Sumatra, pemerintah mendorong “pensiun dini” PLTU ke energi baru terbarukan seperti geotermal dan solar panel.

“Kita akan membuka partisipasi di sektor swasta untuk berinvestasi di transisi energi ini. Saat ini ada 5.5 gigawatt PLTU yang siap untuk program _early retirement_ ini,” jelasnya.

Di samping itu, dekarbonisasi di sektor transportasi juga menjadi perhatian serius Indonesia. Elektrifikasi secara besar-besaran di sektor transportasi dimulai dengan pembangunan _mass urban transport_ seperti Lintas Rel Terpadu (LRT) dan Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, serta mendorong investasi untuk pabrik mobil listrik.

Baca Juga  Presiden Jokowi Takziah ke Rumah Duka Almarhum Arifin Panigoro

Untuk diketahui, B20 atau Business 20 merupakan forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global. Dengan rata-rata 1.000 delegasi dari negara-negara G20, termasuk eksekutif puncak dari perusahaan multinasional terkemuka, B20 mencakup sekitar 2.000 peserta yang mewakili lebih dari 6,5 juta bisnis.

Pos terkait