Forkopimda Kota Bogor Gelar Rakor, Antisipasi Penyebaran Covid-19 Omicron

Menurutnya, sampai saat ini Covid-19 varian Omicron belum terdeteksi, tetapi ada indikasi. Dinkes Kota Bogor tengah melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap lima kasus.

“Hari ini kami juga sudah follow up ke LIPI namun belum ada hasilnya sehingga kami masih menunggu. Hari ini rencananya kami juga mengirimkan 9 sampel kasus dari rumah sakit untuk diperiksa WGS,” kata Retno sapaan kadinkes.

Retno merinci, berdasarkan data per 17-23 Januari 2022, menunjukkan jumlah kasus positif naik 1.000 persen dibanding pekan lalu, dari 9 menjadi 99 kasus. Jumlah kasus sembuh turun 50 persen dibanding pekan lalu, dari 6 menjadi 3 kasus. Jumlah kematian naik dari 0 menjadi 3 dibanding pekan lalu.

Baca Juga  Pupuk Indonesia Sponsori Kejurnas Angkat Besi Youth and Junior 2022 di Jogjakarta

Sementara, jumlah kasus aktif (masih sakit) naik dibanding pekan lalu dari 10 menjadi 103 kasus, angka kesembuhan turun dibanding pekan lalu dari 98,58 persen menjadi 98,32 persen, Case Fatality Rate (CFR) masih sama pekan lalu, dari 1,40 persen dan persentase kasus aktif (masih sakit) naik dari 0,03 persen menjadi 0,27 persen.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menambahkan, terkait aktivitas gudang logistik sebaiknya ditetapkan. Artinya sebagai sebuah sinyal kondisi kedaruratan yang sedang dihadapi dan Perumda Pasar Pakuan Jaya dipercaya kembali mengingat kemampuan melakukan konsolidasi logistik.

Pos terkait