Atal juga mendorong agar wartawan terus meningkatkan kompetensinya. Karya jurnalistik sekarang ini tidak lagi cukup dihadirkan melalui tulisan, tetapi juga lewat gambar, statistik, dan item lainnya.
“Mungkin sekelas kami mau jadi wartawan sudah tidak laku lagi, karena penguasaan teknologi sudah agak lambat, tapi kita-kita kan bos jadi tidak perlu kerja,” kelakarnya.
“Tapi untuk wartawan tidak cukup lagi sekarang, dia harus komplit, multitasking. Kalau ilmunya setengah-tengah, tidak bisa diharapkan,” ucap Atal, menambahkan.
Dalam peluncuran HPN 2022 juga diumumkan pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 untuk enam kategori.
Turut hadir Dirjen Komunikasi Informasi dan Publikasi Kementerian Kominfo Usman Kansong, Wakil Ketua Umum Dewan Pers Hendry Ch. Bangun, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Direktur Program dan Berita LPP TVRI Irianto, serta Ketua Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI PWI Pusat Rita Sri Hastuti. (*)








