Untuk itu, sambung Dedie, dengan kreatifitas lewat SCENE ini diharapkan mampu memberikan terobosan baru. Juga bisa merubah karakteristik masyarakat Indonesia, Kota Bogor pada khususnya.
Skenario – skenario yang dihasilkan nantinya, kata Dedie, juga bisa menunjukkan potensi wisata yang ada di Kota Bogor. Sehingga tak hanya dalam cerita, namun kekayaan wisata di Kota Bogor bisa terlihat jelas di masyarakat.
“Perubahan – perubahan itu bisa dibangun lewat skenario, sekaligus disisipkan nilai – nilai tentang perbedaan (multikulturalisme). Skenario yang dibuat juga harus bernilai universal,” tambah Dedie.
Dedie berharap, para penulis skenario ini juga nantinya bisa menghasilkan naskah yang inspiratif, bisa diterima oleh masyarakat dalam sebuah film. Dan juga membawa hasil bagi kepariwisataan di Indonesia.
Di tempat yang sama, Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio pada Kemenparekraf, Syaifulloh menambahkan, Kota Bogor biasanya dipilih sebagai tempat inkubasi final dari para peserta yang sudah menjalani karantina selama dua pekan.








