Ringkasan Hasil Keuangan Tahun 2021 PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

Tetap Optimis untuk Pertumbuhan yang Lebih Tinggi di Tahun 2022
Pertumbuhan positif volume semen domestik pada tahun 2021, tentu menjadi dorongan penyemangat bagi industri semen. Tekanan dari COVID-19 saat varian Delta mencapai puncaknya pada bulan Juli dan harga batu bara yang tinggi, tentunya menjadi tantangan utama pada tahun 2021. Harga jual produk Semen Kantong dinaikkan sekitar 6–8% di sebagian besar area pasar kami yang kuat selama Kuartal 4 2021 sebagai akibat dari beban biaya yang terus meningkat, namun kenaikan belum sepadan dengan biaya energi yang semakin meningkat sejak awal tahun 2021.

Tahun 2022 dimulai dengan meningkatnya kekhawatiran COVID-19 varian Omicron yang telah menjadi nyata ketika puncaknya terjadi pada Februari lalu, namun sejak itu kasus harian baru terus menurun diikuti dengan perubahan pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Demikian pula meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa telah membuat lonjakan tinggi pada harga batu bara dan minyak. Sebagai akibatnya, kami harus menaikkan harga jual semen kami baik kantong maupun curah di pertengahan bulan Maret 2022 sebagai usaha untuk meneruskan sebagian beban kenaikan biaya energi dan minyak tersebut ditambah dengan kenaikan harga kertas dan bahan baku
lainnya, efek tekanan inflasi dari kondisi saat ini. Namun demikian, kami tetap optimis untuk tetap bisa bersaing dalam pasar semen domestik yang diperkirakan masih tumbuh sekitar 5% didukung terutama dari pertumbuhan semen curah pada kelanjutan proyek-proyek infrastruktur dan katalis positif pembangunan ibukota negara baru (IKN) serta pemulihan proyek-proyek komersial dari para pengembang.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara

Mengenai Indocement
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 5.000 orang. Indocement mempunyai 13 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 25,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Jakarta, 25 Maret 2022
Untuk informasi lebih lanjut mohon menghubungi:
Antonius Marcos – Direktur & Corporate Secretary
David Halim – Corporate Finance Manager
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Wisma Indocement Lantai 8
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70-71 Jakarta 12910

Pos terkait