Disamping itu, destinasi wisata di Kota Bogor semakin bertambah, event menarik semakin banyak dan Pemkot Bogor akan selalu fokus untuk perbaikan infrastruktur, parkir, transportasi, tata kota dan lainnya.
“Kota Bogor sangat siap bukan saja untuk memasuki masa endemi atau ekonomi recovery, tapi kalau pada saatnya nanti Jakarta tidak lagi jadi ibu kota dan Kota Bogor tidak lagi jadi tujuan untuk kegiatan kementerian tetapi dengan banyaknya event, destinasi serta kuatnya kolaborasi Kota Bogor akan siap memasuki fase mengandalkan jasa dan pariwisata,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, ia berterima kasih kepada Tokopedia, pariwisata dan perhotelan di Kota Bogor yang sudah banyak bersabar dan terus berkolaborasi. Optimis masa-masa sulit ini sudah terlewati dan dengan kebersamaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan saja kembali normal tapi memasuki masa-masa rebound alias akan bertambah.
“Ketika event sudah jelas tanggalnya bukan hanya membantu pengunjung atau wisatawan untuk merencanakan, tapi juga seluruh stakeholder di Kota Bogor akan menyesuaikan. Ketika Calendar of Event (CoE) dipublish, maka akan menjadi event andalan sehingga event-event yang lain akan berlomba-lomba masuk ke CoE, jadi kualitas event semakin baik,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman mengatakan, kegiatan CoE ini rutin dilaksanakan di tingkat provinsi dan nasional melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kota Bogor mengoleksi dan menghimpun beberapa event di 2022 ini.
“Tujuan CoE ini sebagai referensi dan koleksi event-event yang dilaksanakan, untuk bisa menarik pariwisata ke Kota Bogor,” imbuhnya.








