Tak disangka meski baru kali pertama membuat batik, Madam Fouzia sudah cukup cekatan menggores-gores canting di selembar kain. Hasil karya taplak meja batik bermotif daun talas, kupu-kupu dan bunga terompet buatannya itu ia bawa pulang ke negaranya sebagai oleh-oleh.
Owner Handayani Geulis Batik Bogor, Sri Ratna Handayani Budhie mengatakan, Madam Fouzia sebelumya mendapatkan batik dengan motif Tilu Sauyunan. Pada batik Tilu Sauyunan ini terdapat tiga simbol Kota Bogor, yakni Kujang yang melambangkan kekuatan, Daun Talas melambangkan popularitas dan bunga bangkai melambangkan keramahan Kota Bogor.
“Madam suka dengan batiknya, kebetulan lagi di Indonesia jadi datang ke galeri untuk melihat dan belajar. Kami senang kedatangan Madam Faouzia karena bisa menambah relasi dan menceritakan budaya Indonesia khususnya Kota Bogor,” katanya.








