Musren BNN RI Ditutup, Lahirkan Sejumlah Terobosan Baru

BOGOR. Memasuki hari terakhir Musyawarah Perencanaan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (Musren BNN RI), hasil konsolidasi dan integrasi tiga materi diskusi yang digodog pada Musren BNN, dibacakan. Sejumlah terobosan diajukan guna mendukung percepatan perwujudan Indonesia Bersih Narkoba.

Pada materi Strategi Penguatan Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) dan Program Kota Tanggap Narkoba (Kotan) direkomendasikan beberapa poin, salah satunya adalah mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan regulasi bagi Pemerintah Daerah terkait program dan anggaran Desa Bersinar dan Kotan. Hal lain yang menjadi rekomendasi adalah pembuatan system informasi digital yang terintegrasi dengan institusi terkait dalam pelaksanaan program Desa Bersinar dan Kotan.

Sementara pada materi Penguatan Program Intervensi Berbasis Masyarakat (IMB), hal pertama yang menjadi rekomendasi adalah digitalisasi data serta pengembangan instrumen pelaporan dan pengukuran evaluasi klien berbasis aplikasi. Selanjutnya adalah pemanfaatan Media Sosial sebagai sarana komunikasi publik, menggali potensi CSR ( _Corporate Social Responsibility_ ) institusi, serta optimalisasi peran Agen Pemulihan BNN.

Baca Juga  Indeks Kota Toleran 2021, Kota Bogor Terus Naik Peringkat

Terakhir adalah Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Rekomendasi yang diberikan diantaranya melakukan digitalisasi data dengan membangun sistem database internal dan eksternal serta penyediaan aplikasi pelayanan yang terintegrasi seperti layanan rehabilitasi, penyuluhan, pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) serta asesmen terpadu berbasis IT. Hal lain yang juga didorong oleh para Kepala BNN Provinsi adalah pemutakhiran alat intelejen pemberantasan narkoba di wilayah.

Pos terkait