Pola latihan selama 2 hari dan selama 6 bulan ke depan akan didampingi para pelatih yang sudah ditunjuk. Total ada 350 orang yang didampingi.
“Di ujung dari Kadin akan memberikan reward untuk UMKM yang dianggap pantas dan diangkat serta dikategorikan naik kelas,” jelasnya.
Formula yang dilakukan saat ini sebut Ganjar, berbeda dengan tahun sebelumnya. Setelah mengikuti pelatihan akan diberikan pendampingan secara berkesinambungan oleh para pelatih, komunitas dan dinas terkait yang berkaitan dengan semua aspek usaha.
Untuk membantu para pelaku UMKM di Kota Bogor menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang baru, DinKUKMDagin Kota Bogor membantu dalam hal standarisasi sebagai langkah awal kemudian label hingga taraf upgrade produk, sehingga bisa pantas untuk masuk ke ekosistem belanja pengadaan barang dan jasa yang saat ini disuarakan pemerintah pusat.
“Semoga kita memiliki daya saing dan bisa berbicara dengan nilai serta mutu,” harapnya.
Selain PANTAS, dua kegiatan sebelumnya yang sudah diselenggarakan DinKUKMDagin Kota Bogor bagi para pelaku UMKM Kota Bogor adalah taruna digital bootcamp yang diikuti 60 orang dan sosialisasi edukasi pembiayaan usaha meningkat bekerjasama dengan beberapa lembaga keuangan untuk memberikan solusi-solusi pembiayaan.
Selain dihadiri perwakilan Komisi 2 DPRD Kota Bogor, kegiatan PANTAS dihadiri Noor Rafita, Wakil Ketua Kadin Kota Bogor Bidang Koperasi dan UMKM sebagai salah satu pelatih. (*)








