Penghargaan Wajib Pajak, Dedie Tekankan Pajak Untuk Pembangunan Lebih Baik

Sehingga, pesan Dedie kepada para pelaku usaha Wajib Pajak agar melaporkan secara jujur. Untuk kemudian bisa ditindaklanjuti oleh Bapenda secara agresif lagi dari sisi ekstensifikasinya. Dipastikan juga pajak yang masuk jumlahnya sesuai dengan ketentuan.

“Ada aplikasi yang dititipkan di teman-teman pengusaha untuk menjadi alat ukur yang memudahkan. Tinggal KPP Pratama dengan Bapenda saling berkoordinasi. Supaya pajak tidak membingungkan masyarakat, mana PB1 dan PPN,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran akan taat pajak ini penting untuk mendukung pembangunan. Layaknya pembangunan rumah sakit, sekolah, dan perbaikan jalan, jembatan serta perbaikan rumah masyarakat yang masih kumuh. Semua anggaran tersebut sedikitnya bersumber dari pajak yang dititipkan masyarakat melalui pelaku usaha dan dikembalikan lagi ke pemerintah dan ke masyarakat.

Baca Juga  Bima Arya Resmi Launching Rakernas APEKSI XV dan ICE 2022 di Padang

Ditempat yang sama, Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana melaporkan, kegiatan penghargaan kepada Wajib Pajak dan mitra pendukung merupakan kegiatan wajib setiap tahunnya. Terakhir penyelenggaraan serupa dilangsungkan pada tahun 2019 dengan tajuk ‘Anugrah Wajib Pajak 2018’.

“Ini pemberian penghargaan untuk wajib pajak yang memberikan kontribusi bagi Kota Bogor pada era pandemi. Begitu juga kepada para mitra yang memberikan dukungan luar bisa terselenggaranya pendapatan yang ditargetkan setiap tahun melalui APBD,” ujar Deni.

Tujuan dari apresiasi ini, tentunya Pemkot Bogor ingin melihat bagaimana daya tahan dari pada para wajib pajak (pelaku usaha) baik perorangan maupun badan dalam mempertahankan komitmennya. Terutama dalam memberikan kontribusi gotong royong untuk pembangunan di Kota Bogor.

Baca Juga  Pentahelix Kunci Hadapi Potensi Persoalan

Diketahui bersama bahwa tahun 2020 dan 2021 kondisi pandemi Covid-19 sangat membutuhkan biaya. Baik untuk penanganan kesehatan maupun penanganan pendukung lainya.

Pos terkait