“Karena berbahaya juga kan jarak jauh, jadi motornya diangkut pakai truk. Orang-orangnya diangkut pakai bus. Tujuannya jelas mengurangi motor. Lalu kedua supaya tidak macet, dan paling penting jangan sampai kecelakaan,” kata Gede.
Gede mengakui, secara persentase memang belum terlihat perubahan yang signifikan dalam hal pengurangan volume kendaraan. Jika dibandingkan dengan angka dari sumber penelitian, belum sebanding dengan masyarakat yang ditampung dalam program mudik gratis ini.
“Tetapi, minimal pemerintah sudah memberikan suatu perhatian edukasi kepada masyarakat supaya tidak menggunakan motor, tapi gunakan kendaraan umum,” sambung Gede.
Gede juga memastikan, armada yang menjadi pengangkut para pemudik juga dalam kondisi laik jalan. Sehingga, membuat masyarakat menjadi aman dan tenang dalam melakukan perjalanan mudik ke daerahnya masing – masing.








