“Mata air pertama kali di Kota Batu yang dibangun sekitar tahun 1918 untuk pipanisasi pertama di Kota Bogor untuk Istana Bogor. Banyak lembaga ataupun PDAM internasional membantu perkembangan PDAM pada saat itu sampai sampai hari ini,” papar Rino.
Saat ini di usianya 45 tahun, Perumda Tirta Pakuan telah menjelma menjadi salah satu perusahaan air minum yang memiliki kapasitas produksi terbesar di Indonesia, yakni 2.648 liter per detik.
Dari kapasitas produksi air tersebut saat ini untuk memenuhi kebutuhan 170.000 pelanggan. Rino menargetkan jumlah pelanggan dapat bertambah menjadi 220.000 pelanggan pada tahun 2026 atau menyentuh 90 persen cakupan layanan bagi masyarakat Kota Bogor.
“Secara teknis hari ini kami telah melayani 89 persennya wilayah Kota Bogor. Ada beberapa titik memang yang belum terlayani, Insya Allah pada tahun-tahun depan akan dilakukan perbaikan,” ungkapnya.
Pihaknya saat ini hingga lima tahun kedepan menggulir program kepuasan pelanggan menjadi nomor satu, dan implementasi teknologi informasi menjadi bagian dari program tersebut. “Termasuk di dalamnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang harus mumpuni,” pungkasnya.(*)








