“Ini perlu gerakan bersama dari TNI, Polri, Camat, Lurah RT, RW dan Puskesmas. Saya kira sistemnya sudah kuat, hanya tantangan yang berbeda. Ada yang menyebar info kalau vaksin booster efeknya lebih parah dibandingkan yang lain, makanya banyak yang takut untuk booster. Maka dari itu perlu mobilisasi dan sosialisasi,” katanya.
Bima Arya menekankan, booster jangan disalah artikan hanya bagi yang mudik saja, tetapi semua warga yang belum. Ini sebagai antisipasi agar jangan sampai terpapar orang-orang yang dari luar Kota Bogor.
Ia pun akan maksimalkan setiap hari turun menjelang waktu berbuka sampai untuk memantau vaksinasi sembari berbagi pangan untuk berbuka dan sembako.
“Saya dan pak wakil akan turun sama-sama semaksimal mungkin selama bulan ramadan ini. Tolong para camat juga begitu, seperti yang dikatakan Pak Kapolresta, ini ladang amal kita Insya Allah tempat kita memburu pahala berkah dibulan ramadan,”pungkasnya. (*)








